Pada usia lanjut, gejala pneumonia sering kali tidak khas, bukan batuk atau demam tinggi, melainkan sekadar lemas atau kebingungan (delirium) sehingga sering terlambat ditangani.
Mengapa Lansia Sangat Berisiko?
- Penurunan Imun (Immunosenescence): Kemampuan tubuh melawan bakteri Streptococcus pneumoniae berkurang drastis.
- Gejala Tersembunyi: Lansia sering tidak mengalami demam. Gejala bisa berupa nafsu makan hilang, suhu tubuh rendah (hipotermia), atau tiba-tiba sering linglung.
- Komplikasi Fatal: Dapat menyebabkan kegagalan organ, masuknya bakteri ke darah (bakteremia), hingga kematian.
Cara Pencegahan Utama
- Vaksinasi: Cara paling efektif menurunkan risiko infeksi berat hingga 75%.
- Jaga Kebersihan: Cuci tangan sebelum menyentuh wajah atau makan.
- Kontrol Penyakit Penyerta: Kelola diabetes, jantung, atau asma yang dapat memperburuk kondisi paru.
Perbandingan Jenis Vaksin Pneumonia
Memahami perbedaan angka pada vaksin sangat penting untuk mengetahui seberapa luas perlindungan yang diberikan.
Jenis Vaksin | Tipe | Jumlah Strain Bakteri yang Dilindungi | Karakteristik Utama | Harga Homecare | Harga Walk-in ke klinik |
PCV 13 | Konjugat | 13 Strain | Memberikan memori imun yang kuat dan perlindungan jangka panjang. | 1.330.000 | 1.120.000 |
PCV 15 | Konjugat | 15 Strain | Pengembangan dari PCV 13, mencakup 2 strain tambahan (22F & 33F). | 1.400.000 | 1.220.000 |
PCV 20 | Konjugat | 20 Strain | Perlindungan paling luas di kelas konjugat; seringkali tidak butuh booster lagi. | 1.500.000 | 1.210.000 |
PPSV 23 | Polisakarida | 23 Strain | Mencakup paling banyak jenis bakteri, namun respons imunnya tidak sekuat tipe konjugat (PCV). | 1.300.000 | 990.000 |
Catatan Penting: Vaksin PCV (13, 15, atau 20) biasanya diberikan terlebih dahulu untuk membangun sistem memori imun, kemudian disusul oleh PPSV 23 setelah jeda 1 tahun untuk memperluas cakupan perlindungan.
Jadwal Vaksinasi untuk Lansia (>65 Tahun)
Jika Anda belum pernah mendapatkan vaksin pneumonia:
- Opsi A: 1 dosis PCV 20 saja (sudah dianggap lengkap).
- Opsi B: 1 dosis PCV 15, kemudian diikuti 1 dosis PPSV 23 dengan jarak minimal 8 minggu setelah pemberian PCV 15.
Opsi C: 1 dosis PCV 13, kemudian diikuti 1 dosis PPSV 23 dengan jarak minimal 8 minggu setelah pembelian PCV 13.